Sesuatu yang dulu hanya sugesti, ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah
Sedikitnya 70 persen massa tubuh manusia terdiri atas air. Bahkan air terdapat pada 96 persen bahan sel telur yang dibuahi. Setelah lahir, 80 persen tubuh bayi mengandung air, organ otak terdiri dari 74,5 persen air, darah mengandung 82 persen air dan tulang yang keras sekalipun mengandung 22 persen air.

Semakin tubuh manusia berkembang. Presentasi air berkurang dan menetap sampai batas 70 persen ketika manusia mencapai usia dewasa.
Air berfungsi mengatur suhu tubuh. Melancarkan peredaran darah, membuang racun dan sisa makanan, mengatur struktur dan fungsi kulit., membantu proses pencernaan, menjaga fungsi paru-paru, melindungi dan melumasi gerakan sendi otot. Hingga mendukung proses pemulihan dengan kata lain, manusia sejatinya adalah air.
Lebih dari satu liter air hilang setiap hari harus diganti. Hilangnya air dapat melalui urin, kotoran dan pernafasan.
Bila tubuh kehilangan 4 persen cairan maka kinerja tubuh akan turun sebanyak 22 persen. Dalam jangka panjang berujung kematian.
Menurut peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto, yang menulis buku the true power of water, konsep itu semakin berkembang jika kita melihat rumus molekul air yang mengikat oksigen yang berfungsi untuk mengaktifkan metabolisme sel.
Air dibangun dari dua rumus molekul ; pentagonal dan heksagonal. Pada air biasa rumus molekulnya adalah pentagonal ( H2O ). Sementara air heksagonal adalah air murni. Struktur molekulnya terdiri dari rangkaian enam molekul H2O dan ( H2O ) 6.
Air pentagonal Hanya memeliki Kandungan Oksigen 5-7 ppm / liter. Sementara air heksagonal memiliki 10-12 ppm / liter.
Dalam setiap air heksagonal terdapat kelompok satuan terkecil dan stabil sehingga mudah melakukan penetrasi kedalam sel. Satuan ini mendapat suplai oksigen untuk mengaktifkan metabolisme sel.
“ Air heksagonal sebenarnya air yang sangat murni, yang sejak ribuan tahun lalu terdapat di permukaan bumi. Namun, jumlah air heksagonal berkurang karena sikap manusia yang destruktif ,” ujar Emoto.
Ini artinya air memiliki kemampuan merekam hado ( energi ) yang dipancarkan rasa cinta dan syukur manusia, sehingga mengubah molekul pentagonal air menjadi heksagonal.
Doktor dari Universitas Yokohama ini dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di pulau Honsu, Jepang, didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai minus 5 derajat celcius di Labolatorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah.
Menurut Abdullah Gymnastiar, atau biasa disapa Aa Gym, temuan Dr. Emoto ini merupakan penjelasan mengapa air yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit.






0 komentar:
Posting Komentar