Pengalaman Yang Ga Terlupakan

Rabu, 18 April 2012

Pemprograman Dengan Aplikasi Processing


Translasi

Adalah perpindahan suatu semua titik sejauh jarak yang sama dalam satu arah, berikut adalah 

Contoh soal translasi :

Untuk menggambarkan translasi suatu objek yang berupa segitiga dengan koordinat A(10,10), B(30,10), dan C(10,30) dengan translation vector (10,20), pertama tama dihitung koordinat hasil translasi satu demi satu.
Titik A (10, 10)
Hasil translasi titik A’ (20, 30)
Titik B (30, 10)
Hasil translasi titik B’ (40, 30)
Titik C (10, 30)
Hasil translasi titik C’ (20, 50)
Gambat 1.1. Listing Translasi 
Dengan demikian hasil translasi segitiga dengan koordinat A’(20,30) B’(40,30) C’(20,50). Segitiga yang baru sama bentuknya dengan segitiga yang lama.
Gambar 1.1 Hasil Translasi


Skala




Transformasi skala adalah perubahan ukuran suatu objek. Koordinat baru diperoleh dengan melakukan perkalian nilai koordinat dengan skala factor, yaitu (sx,sy) dimana sx = skala factor untuk sumbu  sy = skala factor untuk sumbu y. Koordinat baru titik yang diskala dapat diperoleh dengan 
x’ = x . sy, 
y’ = y . sy



Berikut adalah contoh skala
Untuk menggambarkan skala suatu objek yang merupakan segi empat dengan koordinat A(10,10), B(30,10), C(30,20), D(10,20) diskala dengan skala factor (3,2), pertamatama dihitung koordinat hasil skala satu demi satu.
Titik A (10, 10)
Hasil skala titik A’ (30, 20)
Titik B (30, 10)
Hasil skala titik B’ (90, 20)
Titik C (10, 20)
Hasil skala titik C’ (90, 40)
Titik D (10, 20)
Hasil skala titik D’ (30, 40)



Listing Skala Pada Processing
void setup()
{
  size (400,400);
  background (120);
  stroke(100);
  fill(230);
  quad(10, 10, 30, 10, 30, 20, 10, 20);
  stroke(1);
  pushMatrix();
  scale(3.2);
  fill(10);
  quad(30, 20, 90, 20, 90, 40, 30, 40);
  popMatrix();
}


Gambar 1.3 Listing Skala
Gambar 1.4 Hasil Skala


Rotasi

Rotasi dua dimensi pada suatu objek akan memindahkan objek tersebut menurut garis melingkar. Untuk melakukan rotasi diperlukan sudut rotasi 6 dan pivot point(xp,yp) Rotasi suatu titik terhadap pivot point (xp, yp) menggunakan bentuk trigonemetri, sebagai berikut :

x’ = x + (x – x ) cos 6 – (y – y ) sin 6
p ppy’ = yp + (x – xp) sin 6 + (y – yp) cos 6

Berikut adalah contoh nya:
Untuk menggambarkan rotasi suatu objek yang berupa segitiga dengan koordinat A(10,10), B(30,10), dan C(10,30) dengan sudut rotasi 300 terhadap titik pusat koordinat Cartesian (10,10), dilakukan dengan menghitung koordinat hasil rotasi tiap titik satu demi satu.



Titik A (10, 10)
Hasil rotasi titik A’ (10, 10)
Titik B (30, 10)
Hasil rotasi titik B’ (28, 20)
Titik C (10, 30)
Hasil rotasi titik C’ (0, 28)
Listing Rotasi
void setup()
{
  size(300,300);
  background (255);
  noStroke();
  fill(100);
  triangle(10, 10, 30, 10, 10, 30);
  fill(125);
  pushMatrix();
  rotate(radians(30));
  triangle(10, 10, 28, 20, 20, 28);
  popMatrix();
}
Gambar 1.5 Listing Rotasi

Gambar 1.6. Hasil r
otasi


Share:

0 komentar: